Tags

, , ,

mengenal-tanamanSiswi SMA Victory Plus Bekasi didampingi Kepala Sekolah Hendriadi Yasir, mengikuti aktivitas warga setempat memanen tanaman Lamtoro atau Petai Cina. – JIBI/Uli Febriarni

Bisnis.com, KULON PROGO – SMA Victory Plus Bekasi sejauh ini memiliki pandangan bahwa pembelajaran yang terbaik adalah ketika siswa melihat, merasakan, dan melakukan banyak hal dengan sendirinya.

“Dusun ini ibarat sebuah laboratorium pembelajaran bermasyarakat bagi mereka, bukan hanya mempelajarinya di sekolah,” ujar Kepala Sekolah Victory Plus Hendriadi Yasir di sela-sela kegiatan Live In 20-22 April 2017. 

Live in juga diikuti dengan agenda penanaman pohon di pekarangan rumah dan memasang lampu penerangan di sejumlah titik. Setiap anak dan satu guru membawa satu bibit tanaman produktif, sehingga total terdapat 100 bibit pohon yang kelak diharapkan menghijaukan dusun di lereng perbukitan Menoreh tersebut.

Kegiatan membawa bibit dan penanaman pohon merupakan bagian dari wujud komitmen sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan.

Salah seorang warga, Parjono, mengungkapkan dukungannya terhadap kegiatan live in, mengingat masyarakat juga bisa banyak belajar hal baru lewat kehadiran peserta didik dari luar daerah.

Para siswa diajak melakukan beragam pekerjaan yang bisa saja belum pernah dilakukan, juga menjalani kehidupan sehari-hari dalam keberagaman yang ada di dusun setempat.

“Kami terbiasa hidup dalam keberagaman, dan toleransi dalam beragama. Kami hidup berdampingan, keharmonisan ini juga bisa menjadi bahan yang bisa dipelajari oleh peserta live in.” (JIBI/Harian Jogja/Uli Febriarni)

Advertisements